Perayaan Idul Fitri tahun ini diperkirakan jatuh pada hari Jumat atau Sabtu, bergantung pada hasil sidang isbat dan metode penentuan awal bulan Syawal. Perbedaan ini menjadi hal yang lumrah terjadi setiap tahun, namun masyarakat tetap perlu mempersiapkan diri, termasuk dalam menghadapi kondisi cuaca saat hari raya.
Secara umum, periode Lebaran masih berada dalam masa peralihan musim hujan menuju kemarau di sebagian wilayah Indonesia. Kondisi ini membuat cuaca cenderung dinamis, dengan potensi hujan yang masih bisa terjadi terutama pada siang hingga sore hari. Meski begitu, beberapa daerah diperkirakan mulai mengalami penurunan intensitas hujan.
Jika Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, cuaca di sejumlah wilayah diprediksi masih didominasi oleh awan tebal dengan peluang hujan ringan hingga sedang. Sementara itu, jika Lebaran berlangsung pada hari Sabtu, ada kemungkinan kondisi cuaca relatif lebih stabil, dengan lebih banyak periode cerah terutama pada pagi hari, meski hujan lokal tetap berpotensi terjadi.
Wilayah perkotaan dan daerah pesisir umumnya akan mengalami suhu udara yang cukup hangat dengan tingkat kelembapan tinggi. Sementara di daerah pegunungan, suhu cenderung lebih sejuk namun tetap berpotensi disertai kabut atau hujan ringan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik atau silaturahmi.
Dengan kondisi cuaca yang masih berubah-ubah, masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi prakiraan cuaca terbaru dan menyesuaikan rencana kegiatan selama Lebaran. Persiapan seperti membawa payung atau jas hujan serta mengatur waktu perjalanan dapat membantu menjaga kenyamanan dan kelancaran aktivitas di hari raya.