Peristiwa ledakan yang terjadi di kawasan Industri Candi, Semarang, pada Kamis (2/7/2026), menyita perhatian publik. Insiden tersebut menewaskan satu orang pekerja dan mengakibatkan tujuh karyawan lainnya mengalami luka-luka.
Ledakan diketahui terjadi sekitar pukul 09.56 WIB di PT Raw Botanical Nusantara. Hingga kini, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan dugaan awal mengarah pada mesin vacuum yang diduga mengalami kerusakan hingga memicu ledakan. Meski begitu, penyebab pasti mengapa mesin tersebut meledak masih belum dapat dipastikan.
Di sisi lain, Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, menjelaskan bahwa ledakan diduga berasal dari tabung sterilisasi yang berada di ruang produksi. Ledakan tersebut kemudian memicu kebakaran pada alat sterilisasi dan menyebabkan sejumlah pekerja yang berada di sekitar lokasi menjadi korban.
Komandan Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Bambang Setiawan, mengungkapkan bahwa sebelum ledakan terjadi, mesin diduga mengalami tekanan yang sangat tinggi. Suhu mesin juga disebut jauh lebih panas dari kondisi normal hingga hawa panasnya sudah terasa meski dari jarak sekitar satu sampai dua meter.
Seorang petugas disebut sempat hendak memeriksa kondisi mesin setelah melihat adanya indikasi tersebut. Namun nahas, sebelum pemeriksaan dilakukan, mesin lebih dulu meledak dan menghantam area di sekitarnya.
Akibat ledakan itu, tujuh pekerja mengalami luka bakar dan luka luar, seperti kulit mengelupas, lecet, hingga mengalami percikan di beberapa bagian tubuh. Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, satu pekerja yang berada paling dekat dengan mesin dinyatakan meninggal dunia.
Usai kejadian, aktivitas di pabrik langsung dihentikan. Lokasi juga dipasangi garis polisi agar proses olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan dapat dilakukan tanpa hambatan.
Seorang pedagang yang berada di sekitar lokasi, Mun, mengaku sempat mendengar suara ledakan keras yang diikuti kepulan asap hitam dari dalam pabrik. Menurutnya, bau menyengat langsung menyebar ke sekitar lokasi hingga membuat mata terasa perih dan memicu batuk.
Mun juga melihat beberapa pekerja keluar dari area pabrik dengan kondisi mengalami luka di bagian wajah dan tubuh. Dugaan sementara, luka tersebut disebabkan oleh percikan material maupun paparan hawa panas saat ledakan terjadi.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan masih didalami oleh pihak kepolisian. Sementara itu, kawasan pabrik tetap ditutup selama proses investigasi berlangsung guna memastikan penyebab insiden dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Share to:
Related Article
-
Viral Anak SMA Tolak Pacaran Pakai Simbol Kimia, Netizen Auto Penasaran
Viral|July 30, 2020 07:25:00
