Setelah cukup lama menghadapi kondisi kering, hujan mulai berpeluang muncul di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 50 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah hingga sangat tinggi pada Oktober 2026.
Dalam prediksi curah hujan bulanan BMKG, sebanyak 45,08 persen wilayah Indonesia diperkirakan berada dalam kategori hujan menengah, 4,68 persen kategori tinggi, dan 0,33 persen kategori sangat tinggi. Sementara itu, 49,92 persen wilayah masih diprediksi berada dalam kategori hujan rendah.
Tanda-tanda hujan juga mulai terlihat di tengah kondisi yang masih relatif kering. Dalam laporan prakiraan cuaca periode 22–28 September 2026, BMKG mencatat hujan lebat secara lokal terjadi pada 18–20 September di beberapa wilayah, seperti Sumatera Barat dengan curah hujan 75 milimeter per hari, Kalimantan Barat 70 milimeter, Jawa Barat 58 milimeter, dan Kalimantan Utara 53 milimeter.
Untuk periode 22–24 September, BMKG memprakirakan hujan intensitas sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat hingga Papua. Khusus Sumatera Utara, hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang juga masuk dalam peringatan dini BMKG.
Meski begitu, BMKG menegaskan kondisi kering masih mendominasi sebagian wilayah Indonesia. Curah hujan rendah masih diprakirakan terjadi di sebagian Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga sebagian Papua.
Artinya, kemunculan hujan belum menandakan seluruh Indonesia sudah masuk musim hujan secara bersamaan.
Share to:
Related Article
-
CTO MAJA Labs Ali Muthohhari Kupas Tuntas Pemanfaatan Teknologi AI di Masa Mendatang
Update|May 11, 2023 16:15:13
