Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa? Begini Hukumnya

Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa? Begini Hukumnya

Foto

Hukum Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa (Foto: Istimewa)


Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang kehadirannya sangat dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Pada waktu tersebut setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak beribadah, siang atau pada malam hari. Puasa juga membuat tubuh menjadi lemas, dan sebagian orang memilih tidur.

Namun ketika seseorang lebih banyak tidur pada Ramadhan, apakah sah puasanya?

Menanggapi hal ini guru Fikih Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi, Ustadz Mumu Mudzakir mengatakan, apabila seseorang memilih banyak tidur maka puasanya tetap sah. Sebab hal ini dapat menghindarkannya dari berbagai perbuatan kemungkaran.

"Jika niatnya banyak tidur saat puasa untuk menghindari maksiat atau perbuatan tidak terpuji, seperti membicarakan orang lain (ghibah), zinah mata, dan lainnya yang mengundang dosa maka sah-sah saja," katanya.

Seperti dijelaskan dalam kitab Ittihaf sadat al-Muttaqien:

نوم الصائم عبادة ونفسه تسبيح وصمته حكمة، هذا مع كون النوم عين الغفلة ولكن كل ما يستعان به على العبادة يكون عبادة

Artinya:

"Tidurnya orang puasa adalah ibadah, napasnya adalah tasbih, dan diamnya adalah hikmah. Hadits ini menunjukkan bahwa meskipun tidur merupakan inti dari kelupaan, namun setiap hal yang dapat membantu seseorang melaksanakan ibadah maka juga termasuk sebagai ibadah" (Syekh Murtadla az-Zabidi, Ittihaf Sadat al-Muttaqin, juz 5, hal. 574).




Hukum Tidur Sepanjang Hari Saat PuasaRamadan 2020

Share to: