Kisah Pak Soeharto, Anak Cerdas Pendiam yang Sukses di Militer, Inspiratif Banget

Kisah Pak Soeharto, Anak Cerdas Pendiam yang Sukses di Militer, Inspiratif Banget

Foto

foto: istimewa


8 Juni adalah hari kelahiran Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Sesosok Presiden yang banyak menorehkan perjalalan panjang sejarah Negeri kita tercinta, Indonesia.

Soeharto sendiri lahir di Bantul, Yogyakarta. Beliau meninggal dunia pada 27 Januari 2008, di usianya yang menginjak 80 tahun.

Meski dikenal sebagai presiden yang tegas dan otoriter, Soeharto juga punya julukan Bapak Pembangunan Indonesia gaes. Lalu, gimana sih perjalanan kisah Soeharto sampai menduduki kursi Presiden RI?

1. Soeharto lahir di dusun kecil Pulau Jawa

Soeharto lahir di sebuah dusun kecil bernama Kesumu, Desa Argomulyo, Bantul, Yogyakarta. Ia adalah anak kedua dari sebelas bersaudara. 

Selain kemiskinan, Soeharto juga didera kesedihan akibat perceraian kedua orangtuanya. Dengan berbagai lika liku kehidupannya, Soeharto kemudian dikenal sebagai sosok yang pendiam. 

2. Soeharto tumbuh menjadi anak cerdas dan berhasil bergabung ke militer 

Seperti dikutip dalam buku Runtuhnya Sang Penguasa dari Kudeta hingga Terbunuh karya Nur Laeliyatul Masruroh, dipaparkan seorang Soeharto yang tumbuh menjadi anak yang cerdas sekaligus postur tubuh tegap dan kesehatan yang bagus. Akhirnya Ia berhasil memasuki militer.

3. Soeharto punya peran penting sebagai panglima Mandala, untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda

Soeharto sebagai militer akhirnya bergabung dengan Batalyon XIII Rampal, Malang. Kemudian, Ia melanjutkan sekolah Bintara di Gombong dan berhasil mendapatkan kenaikan pangkat dalam waktu yang singkat. 

Barulah, Soeharto pun ikut berperan sebagai Panglima Mandala, untuk pembebasan Irian Barat dari Belanda. Kemudian pada 1 Meu 1963, ia berhasil menjalankan tugasnya, Bumi Cendrawasihpun berhasil bergabung dengan Ibu Pertiwi. 

4. Soeharto dan G30S/PKI

Mayjend Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad memimpin operasi penumpasan G30S. Lalu, pada 11 Maret 1966 Soekarno memberi perintah pada Soeharto untuk membubarkan PKI. Hal itu tertuang dalam Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.

5. Presiden Soekarno melantik Soeharto menjadi Menteri Utama Bidang Hamkam 

Jabatan itu diembah Soeharto hingga Ia resmi jadi Presiden ke 2 RI pada 1968. Namun, karena terjadinya kerusuhan akibat krisis moneter serta anggapan masyarakat saat itu yang mengatakan Soeharto adalah pemimpin yang otoriter, membuatnya harus mundur dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998. 




SoehartoHari LahirPresiden RI ke 2

Share to: