Kalian tahu gak sih istilah romusha? Yups, romusha adalah salah satu bentuk kerja paksa yang pernah dilakukan Jepang kepada masyarakat Indonesia puluhan tahun silam. Jarang yang tahu lho, saat itu ternyata ada mars romusha.
BACA JUGA: Sebelum Kemerdekaan, Pernah Ada Perlombaan Bahasa Jepang di Jakarta Tahun 1944 Lho
Dalam kerja paksa Romusha, Ratusan ribu pekerja dikirim untuk membangun apa saja yang menjadi infrastruktur perang di Burma (Myanmar sekarang). Mereka dipekerjakan dengan berat dalam keadaan kekurangan makan. Alhasil, hanya seperlima dari mereka yang akhirnya bisa bertahan hidup dan pulang dari Burma.
BACA JUGA: Jurnalrisa Sejarah Kemerdekaan: Kisah Perjuangan Rawa Gede Karawang
Lagu propaganda ini dibuat atas prakarsa Pemerintah Pendudukan Jepang dengan tujuan memobilisasi dan menarik simpati rakyat Indonesia saat itu untuk giat bekerja; karena dengan giat bekerja, negara akan kuat dan musuh (Sekutu) bisa dikalahkan.
Mars Romusha tampil dalam suatu Gestalt, yaitu keseluruhan teater penjajahan Jepang. Mars itu sendiri mengajak semua jenis pekerja, semua jenis lapangan kerja utamanya pabrik agar “mesin pabrik berpoetar teroes”; nelayan, “tiada satoe doedoek termenoeng”; kaum tani “tiada satoe bertopang dagoe”, dan semua “pekerdja tegoeh bersatoe” dengan tujuan utama tak lain dari “goegoer hantjoer kaoem sekoetoe” demi kesatuan Asia Timur Raya di bawah kepemimpinan Saoedara Toea.
Nah kalau kalian penasaran seperti apa sih lagu mars romsha yang pernah muncul pada 1943, langsung aja gaes di sini tempatnya.
Share to:
Related Article
-
5 Menteri Kabinet Jokowi Masuk Pilihan Milenial di 2024 Gaes
Update|June 16, 2021 12:26:32