Perkembangan terbaru dalam kasus hukum yang menyeret penyanyi muda D4vd kembali mengundang perhatian publik.
Dalam sidang lanjutan yang digelar di Los Angeles, pihak jaksa memaparkan temuan baru berupa data digital dalam jumlah sangat besar yang diduga berkaitan dengan proses penyidikan.
Wakil Jaksa Beth Silverman mengungkapkan bahwa akun penyimpanan iCloud milik terdakwa menyimpan sekitar 8 terabyte data.
Baca Juga : Kasus Kematian Celeste Rivas Hernandez Seret Nama Musisi D4vd
Namun hingga saat ini, tim penyidik baru mampu mengakses sekitar 1 terabyte, sementara sisanya masih dalam proses pengunduhan dan analisis lebih lanjut.
Tak hanya itu, penyidik juga menemukan tambahan data mentah berkisar 20 hingga 30 terabyte yang tersebar di sejumlah perangkat pribadi milik D4vd. Seluruh data tersebut kini tengah diamankan dan dipindahkan ke media khusus guna mempermudah proses pemeriksaan, termasuk oleh tim kuasa hukum.
Selama persidangan berlangsung, D4vd yang memiliki nama asli David Anthony Burke tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye. Ia terlihat lebih banyak tertunduk dan tidak menunjukkan banyak reaksi. Hingga kini, ia masih ditahan tanpa kemungkinan jaminan sambil menunggu tahapan hukum berikutnya.
Fakta baru ini mencuat tak lama setelah hasil autopsi korban, Celeste Rivas Hernandez, diumumkan oleh otoritas medis setempat. Dalam laporan tersebut, kematian korban dinyatakan sebagai kasus pembunuhan dengan penyebab luka serius, termasuk dua tusukan dalam di area vital.
Kasus ini sendiri bermula dari penemuan jasad korban di dalam bagasi depan mobil Tesla milik terdakwa pada September 2025. Penemuan tersebut menjadi titik awal penyelidikan intensif yang kemudian berkembang hingga ke tahap persidangan.
Jaksa wilayah Nathan Hochman turut mengungkap bahwa korban terakhir kali terlihat pada 23 April 2025 saat mendatangi kediaman D4vd di kawasan Hollywood Hills. Sejak saat itu, jejak korban menghilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Atas perbuatannya, D4vd kini menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama, yang merupakan salah satu tuduhan paling serius dalam sistem hukum. Ia juga dijerat dengan sejumlah dakwaan tambahan yang semakin memperberat posisinya.
Jika terbukti bersalah, hukuman maksimal termasuk kemungkinan hukuman mati—bisa saja dijatuhkan.
Kasus ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian luas, dengan publik menantikan perkembangan berikutnya dari proses hukum yang tengah berlangsung.
Share to:
Related Article
-
Keren Banget, Adidas Kirimkan Senakers Untuk Tim Medis COVID-19 di New York!
Update|April 18, 2020 08:06:31
