Badan Gizi Nasional (BGN) menghadirkan inovasi baru dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui aplikasi bernama Reviu MBG. Aplikasi ini digunakan untuk memantau kualitas makanan yang diterima siswa, balita, hingga ibu hamil secara langsung setiap hari.
Melalui sistem tersebut, sekolah, posyandu, dan pondok pesantren dapat memberikan penilaian terhadap makanan yang dibagikan. Nantinya, setiap lokasi penerima manfaat akan memiliki petugas khusus atau person in charge (PIC) yang bertugas melakukan evaluasi saat makanan tiba.
Penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yaitu ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa makanan, serta variasi menu yang diberikan. Langkah ini dilakukan agar kualitas makanan tetap terjaga dan penerima manfaat mendapatkan menu yang layak serta tidak monoton.
BGN menyebut evaluasi dilakukan secara langsung untuk memastikan makanan masih dalam kondisi baik sebelum dikonsumsi. Selain mengecek aroma dan rasa, petugas juga diminta memperhatikan variasi menu agar tidak selalu menyajikan jenis makanan yang sama setiap hari.
Data dari dashboard Reviu MBG menunjukkan sebagian besar laporan menyatakan makanan layak dikonsumsi dan distribusi berjalan tepat waktu. Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi bahan pemantauan kinerja masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meski begitu, BGN menegaskan aplikasi ini belum digunakan untuk memberikan sanksi kepada penyedia makanan. Fokus utama saat ini adalah membangun kesadaran seluruh pelaksana program agar lebih memperhatikan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.
Peluncuran aplikasi Reviu MBG dilakukan di tengah penyesuaian anggaran program MBG. Pemerintah juga mulai mengatur kembali jadwal distribusi makanan di sejumlah sekolah sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.
Share to:
Related Article
-
Irma Hutabarat Temani Kaesang Pangarep Nonton Konser Solidaritas di Sumatera Utara
Pilpres 2024|January 08, 2024 14:47:23
