KSP: Akhir Tahun Banpres UMKM Bisa Jangkau 12 Juta Pelaku Usaha Kecil Gaes

KSP: Akhir Tahun Banpres UMKM Bisa Jangkau 12 Juta Pelaku Usaha Kecil Gaes

Foto

Aji Erlangga, Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) (Foto Instagram: @kantorstafpresidenri)


Kantor Staf Presiden melalui Tenaga Ahli Utama Deputi III Aji Erlangga optimis program Bantuan Presiden (Banpres UMKM) tahap satu dan dua dapat menjangkau 12 juta pelaku usaha mikro pada akhir tahun gaes.

Pelaksanaan program Banpres UMKM tahap satu dan dua sendiri sudah dimulai sejak 17 Agustus 2020 lalu.

“Realisasi program Banpres UMKM hingga saat ini sudah mencapai 79,61 persen dari total 100% yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2020,” kata Aji Erlangga, Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP), Rabu 18 November 2020.

Tujuan Banpres UM

Bantuan Presiden untuk sektor UMKM bertujuan memberikan stimulus modal bagi para pelaku usaha mikro agar usaha dan bisnis terus berjalan di tengah pandemi dan membantu mengurangi angka kemiskinan maupun pengangguran. 

Senada harapan Presiden Jokowi utamakan rakyat

Hal tersebut sesuai dengan harapan Presiden agar pelaku UMKM bisa bertahan dan tidak terimbas pandemic Covid-19.  

“Program Banpres Produktif Usaha Mikro tahap kedua dibagikan kepada masyarakat pelaku UMKM di Indonesia dengan total Rp 28,8 T untuk 12 juta pelaku usaha mikro,” ujar Aji.

Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Banpres UMKM dinilai tepat untuk pelaku usaha kecil

Menurut survei Asian Development Bank (ADB), BPUM paling tepat dan paling dibutuhkan oleh UMKM karena pendapatan sektor itu banyak yang turun. 

Program ini cepat terserap dengan dukungan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), Koperasi, Pemda, dan K/L yang melakukan pendampingan.

Aji menambahkan selama masa pandemi, separuh UMKM terpaksa menutup usahanya dan setengah sisanya harus berjuang dengan omzet yang turun drastis. Berdasarkan survey ADB, 88 persen UMKM di Indonesia tidak memiliki kas dan tabungan. 

“39 persen UMKM bahkan harus mengandalkan keuangannya berdasarkan belas kasihan pinjaman saudara. Banpres UMKM ini diharapkan bisa jadi solusi konkret,” ujar Aji.




Kantor Staf PresidenBanpres UMKMAji ErlanggaIstana PresidenUMKM

Share to: