Berikut biodata Hardjonagoro atau Go Tik Swan si budayawan dan sastrawan Indonesia yang pelopor batik menjadi Google Doodle hari ini gaes!
Go Tik Swan merupakan budayawan dan sastrawan Indonesia asal Surakarta yang lahir pada 1931. Sementara itu, dia dikabarkan tutup usia pada 5 November 2008.
Dia dibesarkan dari keluarga Tionghoa dan diasuh oleh sang kakek yang merupakan seorang pengusaha batik di Solo. Hal ini lah yang membuatnya sudah terbiasa dengan kain dan cap untuk membuat batik sejak kecil.
Baca Juga: Fakta dan Profil Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia Pasca Covid-19
Berikut biodata dan biografi Go Tik Swan lengkap umur dan agama, berdasarkan data yang dihimpun oleh tim KUYOU.id berikut ini!
1. Profil dan Biodata Go Tik Swan
Nama Lengkap: Go Tik Swan
Nama Panggilan: K.R.T. Hardjonagoro
Tempat, Tanggal Lahir: 11 Mei 1931
Umur: 77 tahun (Tutup usia pada 2008)
Keturunan: Tionghoa
Agama: -
Nama Orang Tua: Tjan Khay Sing (Kakek)
Nama Saudara: -
Nama Pasangan: -
Pendidikan: Voortgezet Hooger Onderwijs, Universitas Indonesia
Profesi: Budayawan dan sastrawan Indonesia
2. Masa Kecil Go Tik Swan
Go Tik Swan lahir dari keluarga kelas atas. Sang Ayah adalah cucu dari Luitenant der Chinezen di Boyolali sedangkan ibunya cucu Luitenant der Chinezen dari Surakarta.
Dia dibesarkan oleh snag kakek karena kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan mereka. Sang kakek merupakan seorang pengusaha batik di Solo. Alhasil, dia kerap bermain dengan para tukang cap batik gaes.
Baca Juga: 5 Potret Pesona Athaya Ghina yang Cantik Banget, Sekilas Mirip BCL
Gak hanya itu, dia juga kerap mendengarkan para tukang cap menembang dan mendongeng tentang Dewi Sri, sebuah kisah tradisional Jawa.
3. Cinta Terhadap Kebudayaan Jawa
Kedua orangtuanya memiliki keinginan agar Go Tik Swan bisa meneruskan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Namun, karena kecintaannya terhadap budaya Jawa, dia diam-diam masuk jurusan Sastra Jawa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia lho.
4. Tariannya Menarik Perhatian Soekarno
Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Go Tik Swan kerap belajar menari Jawa di rumah Prof. Poerbatjaraka.
Dia bahkan ikut tampil bersama rombongannya dalam perayaan Dies Natalis Universitas Indonesia yang diselenggarakan di Istana Negara. Saat menari di sana, tariannya berhasil membuat Presiden Soekarno terkesan.
5. Pelopor Batik yang Jadi Google Doodle
Mengetahui keluarganya sudah turun temurun menjadi pengusaha batik, Soekarno akhirnya menyarankan Go Tik Swan menciptakan "Batik Indonesia."
Akhirnya dia mulai mendalami segala sesuatu tentang batik dan membuatnya menjadi lebih menarik dan berkembang.
Baca Juga: 5 Fakta dr Tirta Kesal ke Photographer Darwis Triadi
Hari ini, sosoknya menjadi Google Doodle dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-90 pada 11 Mei 2021.
Share to:
Related Article
-
ICCN dan MAJA Labs Berkomitmen Jadi Pusat WEB 3.0 di Asia, Beri Dampak Nyata untuk Dunia
Update|August 03, 2022 12:13:23