Kemunculan Lentari van Loraine menandai babak baru perkembangan kecerdasan buatan di industri kreatif Indonesia. Sosok ini dikenal sebagai virtual influencer berbasis AI yang aktif di Instagram melalui akun @lentaripagi. Dengan tampilan visual menyerupai manusia asli, Lentari mampu membangun citra personal layaknya figur publik pada umumnya.
Karakter Lentari dirancang dengan detail, mulai dari ekspresi wajah, gaya busana, hingga narasi kehidupan sehari-hari yang terasa realistis. Kontennya mencakup unggahan foto, cerita aktivitas, hingga interaksi dengan pengikut di kolom komentar. Kehadirannya menunjukkan bagaimana teknologi AI tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi telah menjadi representasi digital yang otonom.
Sebagai virtual influencer, Lentari dimanfaatkan untuk kebutuhan promosi dan kampanye digital. Konsep ini dinilai lebih efisien karena tidak terikat jadwal, lokasi, atau batasan fisik seperti influencer manusia. Bagi sejumlah merek, penggunaan karakter virtual juga memberikan kontrol penuh terhadap citra dan pesan yang ingin disampaikan.
Fenomena Lentari sekaligus memunculkan diskusi tentang masa depan profesi di industri kreatif. Jika sebelumnya AI dipandang sebagai ancaman bagi penulis atau pekerja kreatif, kini teknologi tersebut justru menciptakan ekosistem baru yang melahirkan profesi dan model bisnis berbeda.
Keberadaan Lentari van Loraine memperlihatkan bahwa perkembangan AI di Indonesia bergerak cepat dan adaptif terhadap tren global. Virtual influencer bukan lagi konsep futuristik, melainkan bagian dari strategi komunikasi digital yang mulai diterima dan diminati pasar.